Tampilkan postingan dengan label Letter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Letter. Tampilkan semua postingan

Juli 28, 2012

Letter to Him

Diposting oleh Sabita Normaliya di 16.15 1 komentar
Malang, 28 Juli 2012

Assalamualaikum, 
Sudah lama ya aku tidak memberitahu bagaimana kesibukanku sekarang. Maaf, aku selalu berdalih dengan kesibukanku sendiri, walaupun sebetulnya aku punya banyak sekali waktu untuk hanya sekedar menuliskan ini kepadamu. 

Hai, hallo, bagaimana kabarmu disana? Aku selalu berharap kamu dalam keadaan baik-baik saja. Aku di sini juga baik, ya walaupun memang akhir-akhir ini aku sedang banyak pikiran. Bukan pikiran yang cukup berat sebenarnya, ini hanya masalah kesibukanku di kampus. Tugas kepanitiaanku membuat aku semakin sempoyongan dengan tugas-tugas yang lainnya, terlebih sekarang aku juga sedang mencoba usaha jualan coklat. Maaf ya aku terlambat menceritakan ini kepadamu. 

Alhamdulillah bulan Ramadhan ini aku sedang ramai pesanan, dan sebetulnya aku ingin mengirimkan satu paket ke kamu, hanya saja sampai detik ini aku belum juga tahu dimana kamu. Tapi tenang, kelak aku pasti akan membuatkan coklat spesial untuk kamu.

Desember 24, 2011

Letter to Him

Diposting oleh Sabita Normaliya di 00.18 0 komentar
Surat-Surat Di Masa Lalu
Hmmm, menulis surat? Kenapa tidak. Kawan, adakah kalian tahu sesuatu? Ok jika kalian belum tahu, maka aku akan memberitahukan hal itu pada kalian. Sedari aku duduk di bangku SMP aku mulai suka menulis surat untuk teman-temanku. Memang sih aku tidak mengirimkannya secara resmi melalui kantor pos, tapi aku sering melakukanya untuk sekedar curhat ataupun untuk menegur atas kesalahan satu sama lain. Mungkin ceritaku ini terdengar cukup aneh, akupun juga menyadarinya, tapi dibalik keanehan yang aku lakukan itu, ternyata aku mulai menyukai dengan keadaan itu. Aku pun mulai terbiasa menyampaikan apa yang tidak mampu aku ucapkan dalam bentuk tulisan. Sampai pada akhirnya sebuah surat ucapan maaf aku tulis untuk pertama kalinya semasa aku duduk di bangku SMP. Surat itu kutulis sebagaimana perasaan yang aku rasakan jika tahun terakhirku di SMP belum bisa membuahkan prestasi yang terbaik. Aku gagal. Tapi betapa hatiku merasakan kekuatan yang luar biasa ketika aku mendapatkan surat balasan dari pelatih paskibraku itu. Beliau mengembalikan semangatku untuk tidak lantas terpuruk dengan kegagalan dan merasa terus bersalah dengan masa lalu.

November 03, 2011

I'm sorry

Diposting oleh Sabita Normaliya di 01.15 0 komentar
Malang, 04 Juni 2011
08:42

Dearest my mate who was destined for me, "jodoh yang Allah berikan untuk aku"

Ass. Wr. Wb
Entah dari mana aku harus memulai untuk semua ini. Aku juga bingung apa yang ingin aku tuliskan disurat ini. Aku juga bingung harus mengungkap apa. Aku pun pada akhirnya juga tidak tahu kemana aku harus mengirim surat ini. Aku tidak tahu siapa dirimu, dimana dirimu, dan bagaimana pula kabarmu sekarang. Lantas mengapa pula aku menulis surat ini? Tapi aku percaya bawasannya kau telah diciptakan oleh-Nya untuk aku.

Bagiku, kamu adalah seseorang yang misterius. Kamu adalah lelaki istimewa yang telah Allah persiapkan untuk aku. Dan aku selalu percaya akan hal itu. Walaupun memang aku tidak tahu siapa dirimu.

Aku berharap bahwa kamu akan membaca suratku ini, karena aku ingin minta maaf. Sekarang aku sedang menyukai seseorang. Aku tidak tahu apakah dia yang kusukai adalah kamu atau bukan. Maaf... Aku menyukainya karena kebaikannya. Tenang, dia tidak hanya baik kepadaku tapi dia baik kepada semua orang. Kamu tahu, aku bahkan tidak yakin dia juga punya perasaan padaku. Jadi tenang saja, aku tidak akan benar-benar menyukainya, semoga.

 

Kembang Gula Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea