Tidak terasa kalau sekarang sudah memasuki liburan semester. Kuputuskan
untuk pulang ke kampung halaman, walaupun hanya bisa aku lakukan minimalnya
satu kali dalam satu tahun. Setidaknya itu jauh lebih baik daripada aku tidak
lantas pulang sama sekali. Pasti ibu dan juga adik-adikku sudah menyimpan
rindunya untuk aku selama satu tahun ini.
Di sepanjang perjalanan pulang, di tengah hiruk pikuk kota besar, di
sela-sela terik matahari yang menyengat kulit, pikiranku kembali kacau. Aku
mulai ragu dengan keputusanku untuk melanjutkan kuliah. Rasanya aku hanya menjadi
benalu untuk keluargaku. Biaya kuliah sangat mahal. Belum lagi uang yang harus
ibu kumpulkan untuk biaya hidupku selama tinggal di kota orang. Tapi, kalau
pada akhirnya aku mundur, itu akan sangat mengecewakan ibu. Kubenamkan wajahku
dalam tengkupan telapak tanganku, dengan harapan aku segera menghapuskan semua
pikiran buruk yang menelusup dalam bongkahan otakku.

