Januari 19, 2013

teman masa lalu

Diposting oleh Sabita Normaliya di 21.07 3 komentar
Sore itu, tiba-tiba ayah dan ibu membangkitkan memori masa kecilku. Sebuah kisah dimasa aku masih tinggal di asrama. Anak kolong. Iya, aku adalah anak kolong. Anak seorang tentara yang hidup dalam kesederhanaan. Salah! Lebih tepatnya hidup dalam kekurangan. Dan ketika ibu mengingatkanku tentang masa itu, mengingatkan tentang masa sulit yang kami lewati bertiga, akupun mulai tak kuasa membendung air mata. Tapi bukan itu ceritaku sebenarnya karena aku tidak ingin menghiasi tulisan ini dengan air mata.
Dulu ketika aku masih tinggal di asrama, mungkin jika aku tidak salah, usiaku masih 6 tahun. Aku cukup baik mengingat semua cerita itu. Bahkan ketika kini aku menuliskannya, masih terlintas teramat jelas dalam benak ini betapa indahnya waktu itu. Semuanya. Aku masih ingat tugu garuda tempat aku perosotan, melihat terjun payung di lapangan, menembak burung di hutan bersama dengan ayah, garasi mobil bekas yang katanya berhantu, dan teman-teman mainku. Iya... ngomong-ngomong, apa kabarnya mereka? Sudah hampir 14 tahun aku tidak lagi bertemu dengan mereka semenjak aku dan keluargaku tinggal di rumah pribadi.

Januari 02, 2013

diam...

Diposting oleh Sabita Normaliya di 08.35 0 komentar
Ketika warna tak lagi menggoda, saat itu aku mulai diam.
Ketika cahaya mulai meredup, saat itu aku mulai diam.
Ketika suara mulai menghilang, saat itu aku mulai diam.

Ketika aku benar-benar diam, saat itulah aku sadar.
Betapa kini aku sama sekali tidak pernah sedikit saja untuk melihat,
sedikit saja merasakan,
sedikit saja memahami apa yang tak pernah aku mengerti.
Tentang hidup yang seperti ini,
tentang aku yang semakin jauh meninggalkan jalan itu.
Aku hanya diam,
aku masih diam.

Desember 30, 2012

Diposting oleh Sabita Normaliya di 10.11 0 komentar
buka mata, rasakan dengan hati, dan tersenyumlah karena masih banyak hal untuk disyukuri dari hanya sekedar mengeluh dan membuang-buang tenaga.

Desember 27, 2012

Diposting oleh Sabita Normaliya di 17.04 0 komentar
mungkin kamu tak ingat apa yang telah kamu tuturkan hingga orang lain merasakan apa itu sakit hati karena ucapanmu . memaafkan? pasti, tapi melupakannya? sepertinya sulit.. karena rasanya masih sakit hingga detik ini ketika aku masih mampu mengingatnya.

maaf, bukan maksud mendendam, hanya saja Allah masih memberi aku ingatan yang baik untuk menyimpan pedasnya ucapan itu. InsyaAllah aku akan banyak belajar dari kamu....
Terimakasih

Desember 23, 2012

bungkam

Diposting oleh Sabita Normaliya di 19.21 0 komentar
Kalau sendiri jauh membuat aku lebih baik, aku lebih memilihnya. Karena, bagiku tidak semua teman yang aku kenal baik, dia memang benar-benar baik. Setidaknya dengan aku cukup tahu siapa dia, maka aku akan jauh lebih berhati-hati dalam bertutur.. Menutup rapat mulut dan tak berkata, kupikir itulah jalan keluar yang sebetulnya..

Terimakasih Ya Allah Kau tunjukkan siapa dia

Desember 05, 2012

mengenal lebih dekat

Diposting oleh Sabita Normaliya di 17.36 0 komentar
Sudah terhitung satu tahun aku menulis di sini. Menulis untuk sesuatu yang tak mampu aku ucapkan dengan lisanku. Kali ini ketika aku menulis, aku ingin menuliskan yang mungkin tak banyak orang tahu. Aku ingin menuliskan tentang orang-orang yang luar biasa berarti dalam hidupku. Dialah ayah, ibu, dan juga adikku.
Kami dalam Kesederhanaan yang Allah Berikan

Desember 04, 2012

my first salary

Diposting oleh Sabita Normaliya di 19.59 0 komentar
Adakah diantara kalian yang bertanya-tanya apa maksud dari judul tulisanku kali ini? Aku yakin, pasti satu, dua, tiga, atau bahkan banyak pihak yang bertanya tentang hal serupa. Aku memang belum menuliskannya. Bahkan sedikitpun aku belum menyinggungnya disini. Namun, itu bukan berarti aku tidak ingin berbagi, hanya saja memang waktunya belum tepat, dan aku juga belum sempat.

Alhamdulillah kemarin malam, uang dari hasil keringatku dibagikan. Sebuah amplop putih dengan beberapa lembar uang rupiah didalamnya itu adalah gaji pertamaku setelah beberapa hari bekerja. Jumlahnya mungkin tak banyak, tapi bukan itu yang aku kejar. Namun, disinilah aku banyak belajar. Belajar untuk menghargai apa itu uang dan betapa sulitnya orang tuaku mengumpulkan lembar demi lembarnya untuk membiayai hidupku. 

Bekerja? Iya, aku sekarang sedang bekerja. Bukan bekerja full time, namun, bekerja paruh waktu untuk mengisi waktu senggangku. Alhamdulillah aku bekerja tidak jauh dari profesiku. Aku bekerja menjadi seorang asisten dokter spesialis anak. Beberapa hari aku bekerja, aku banyak sekali mendapakan pelajaran baru. Pelajaran yang mungkin tidak aku dapatkan di bangku kuliah. InsyaAllah aku betah. InsyaAllah aku suka dengan apa yang kini aku jalani.

November 27, 2012

semalam

Diposting oleh Sabita Normaliya di 11.12 3 komentar
Semalam, terasa begitu lama.
Semalam, terasa begitu nyata.
Kau tepat berada di atas bumi dimana aku berpijak,

Gagah, kau hadir sempurna dengan tungganganmu
Gemuruh mesin burung besi yang kau bawa, 
menyeruak dan menggetirkan hati.
Aku takut,
Aku gentar,
dan aku khawatir 
Pelor-pelor besi dihujamkan kearahmu,
Aku berlari,
Aku hanya bisa sembunyi

Semalam, kau terlihat nyata
Semalam, kau terlihat seperti apa yang  selama ini aku pikirkan
Semalam yang hanya singkat, tapi berlangsung cukup lama

Dalam sujud aku meminta,
Dalam tidur aku berharap,
Dan Allah perlahan menjawab pinta itu 
lewat mimpi yang ia titipkan dalam malam-malamku

November 26, 2012

Diposting oleh Sabita Normaliya di 08.24 0 komentar
Dalam hidup, seseorang akan lebih baik darimu.
Seseorang akan lebih pintar darimu.
Seseorang akan lebih cantik darimu.
Seseorang akan memiliki lebih dari apa yang kamu miliki.
Namun, tidak ada satupun orang yang seperti dirimu.
Karena Allah menciptakan kamu berbeda, 

dan setiap dari dirimu adalah istimewa
 

Kembang Gula Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea