Januari 18, 2012

I'm in Love with My Bestfriend

Diposting oleh Sabita Normaliya di 21.34 4 komentar
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
"Lucky" by Jason Mraz ft Colbie Caillat

 Naksir sama sobat sendiri? Apa iya bener-bener beruntung kayak lirik lagu di atas? Sebenarnya segala sesuatu itu harus kita lihat dari dua sisi yang berbeda. Mungkin ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa jatuh cinta dengan sahabat akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tapi jangan salah, Kawan, kalau ternyata banyak pihak-pihak yang malah mengatakan sebaliknya.

Januari 17, 2012

sedetik berlalu

Diposting oleh Sabita Normaliya di 11.55 0 komentar

11:11 kurang lebih jam digital laptop menunjukkan deretan angka tersebut. Aku baru saja memantapkan dudukku kembali di depan layar laptop. Beberapa detik sebelumnya panggilan Ibu, menarik aku untuk beranjak dari kasur dan lantas menemuinya di dapur. Nampaknya colokan yang baru dibelinya ditoko alat listrik tidak sama dengan charger laptopku yang satunya. Akupun tidak tahu pasti, pikirku laptop-laptop ini memiliki charger yang sama. Tapi tanpa banyak ucap, Ibu segera kembali ke toko alat listrik dan segera menukarnya.

Mungkin untuk kalian hal ini terkesan biasa saja. Tapi bagiku? Akupun sampai tidak tahu harus berucap apa. Aku malu dengan diriku. Betapa ibu rela mondar-mandir untuk anaknya. Sementara aku? Ya Tuhan ketika aku meminta dan bersimpu di hadapanMu, aku ingin sekali menjadi manusia yang lebih baik lagi. Tapi mengapa sampai detik ini aku belum mampu? Tapi Engkau menguatkan bahu Ibuku yang semakin senja dengan kebaikan dan juga ketulusan hatinya. Tiada lain yang mampu aku ucapkan, selain kata terimakasih Ibu..

Januari 15, 2012

anak perempuan di mata orang tuaku

Diposting oleh Sabita Normaliya di 19.08 0 komentar

Kini usiaku sudah berkepala dua. Bukan usia yang muda lagi seperti dahulu manakala aku masih duduk di bangku sekolah dan menghabiskan banyak wantuku hanya untuk bermain dan juga melakukan hal-hal bodoh yang tidak seharusnya aku lakukan. Menyesal? Percuma. Menyesal hanya membuat waktuku tersita dan tidak ada yang bisa mengembalikan keadaan menjadi jauh lebih baik. Tapi sekarang aku harus berjanji pada diriku sendiri bawasannya aku harus menjadi pribadi yang lebih baik.

Masa muda tidak akan pernah terulang lagi. Masa-masa sekolah dimana kita bisa melakukan banyak hal, masa dimana kita seringkali tertawa, menangis, marah, dan bahkan sedih lantaran sakit hati. Begitu juga dengan masa sekolahku dahulu. Walaupun memang masa-masa antara aku dan juga sebagian besar temanku adalah berbeda.

Januari 13, 2012

Pengorbanan Orang Tua

Diposting oleh Sabita Normaliya di 19.08 0 komentar
Beberapa hari yang lalu aku menyaksikan tayangan televisi "Jika Aku Menjadi". Ya memang bisa dibilang kalau hampir setiap hari itulah yang menjadi tayangan televisi favoritku. Tapi, bagiku episode sore itu sangat menarik dan banyak memberikan aku pelajaran berharga. Jujur, aku sampai menitikan air mata.


Entah siapa nama bapak, ibu atau anak-anaknya, nampaknya aku sudah benar-benar lupa. Tapi yang jelas aku masih cukup ingat dengan ceritanya. "Jika Aku Menjadi" kala itu berlokasikan di Kabupaten Malang. Ya memang bisa dibilang tidak jauh dari tempat tinggalku. Bahkan dalam salah satu cuplikan ditayangkan keluarga mereka sempat mengunjungi sebuah arena wisata yang sangat dekat dengan rumahku, pemandian wendit. Ups, tapi bukan ini masalah yang sebenarnya ingin aku tuliskan di postingan kali ini. Inilah kisah hidup yang ingin aku bagikan.

Januari 09, 2012

bersepeda dengan mbah kung

Diposting oleh Sabita Normaliya di 07.33 1 komentar
Oh iya kawan, kalau mungkin beberapa dari kalian belum tahu kalau aku sangat menyukai olahraga yang satu ini, maka saat ini aku ingin sedikit berbagi tentang kegemaranku dengan olahraga bersepeda ini. 


Sebenarnya jauh-jauh hari, kami (aku dan juga mbah kakungku) sudah merencanakan akan bersepeda bersama-sama lagi. Tapi, tetap saja aku yang selalu membatalkannya dengan berbagai alasan. Kali ini agaknya aku harus merealisasikannya karena aku semakin tidak enak dengan mbah kung yang selalu menanyakan kapan kami bisa bersepeda bersama-sama lagi.

Dan memang benar pada akhirnya kamipun bersepeda bersama kemarin. Pagi hari aku sudah terbangun untuk melakukan shalat subuh. Tapi, aku memutuskan untuk tidur lagi karena bingung mau berbuat apa setelah shalat subuh. Sekitar tiga puluh menit berlangsung tiba-tiba aku mendengar suara mbah kung sudah di depan rumah. Aku segera beranjak dari kasur dan lekas ganti baju. Setelah aku siap, begitu juga dengan sepeda-sepeda kami, maka kini saatnya kami berangkat untuk mengayuh sepeda itu.

Januari 02, 2012

Hijab

Diposting oleh Sabita Normaliya di 17.51 0 komentar
 Berdasarkan hasil searchinganku di google, hijab (bahasa Arab: حجاب ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata "hijab" lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.

Ok, Kawan, disini aku ingin sedikit berbagi cerita. Sebuah cerita yang ini adalah cerita tentang diriku sendiri. Aku sendiri tidak begitu ingat kapan tepatnya aku memutuskan untuk memilih jalan ini. Jalan untuk diriku menjadi lebih baik, InsyaAllah semoga demikian. Aku memutuskan untuk mengenakan jilbab.

Desember 31, 2011

because of you

Diposting oleh Sabita Normaliya di 15.43 0 komentar
Sempat beberapa hari yang lalu aku melihat sebuah update-an status facebook dari sebuah radio favoritku. Kurang lebih seperti ini:
KALIMAYA NEW YEARS PARTY!!! Mau dapet hadiah menarik beserta INTERVIEW LIVE di KBFM?? Ayo buruan ikutan Sebaya Muda dalam perlombaan menulis surat ucapan terimakasih kamu untuk satu orang yang begitu berarti dalam kehidupanmu kemudian kirimkan surat tersebut ke e-mail KBFM yakni : kalimayabhaskara@gmail.com! Bakal banyak kejutan menanti kamu :) DONT MISS IT:D

Tiba-tiba aku ingin sekali membaca pengumuman tersebut sampai tuntas dan juga ikut serta di dalamnya. Tanpa banyak pikir, akupun segera menuliskan apa yang ingin aku tuliskan. Oh iya, Kawan, aku memang bisa dibilang tidak cukup berani untuk memberikan surat ini kepada orangnya langsung, tapi, bukankah ketika aku mengirimkan suratku itu dalam sebuah perlombaan akan jauh lebih baik daripada aku membuatnya dan hanya lantas kusimpan seperti surat-suratku sebelumnya? Tanpa banyak pikir, setelah aku menyelesaikan baris demi baris dari surat itu, aku pun langsung mengirimkannya tanpa berfikir dua kali.

Desember 29, 2011

The Wisdom of Time

Diposting oleh Sabita Normaliya di 09.01 0 komentar

"Apa yg terpanjang, tp jg yg terpendek; yg tercepat, tp jg yg terlambat; kita semua tidak mengindahkannya, tp setelah itu kita semua menyesalinya; tidak ada yg dapat dilakukan tanpanya, ia menelan segala yg kecil dan membangun segala yg besar?" Itulah waktu.

Waktu adalah yg terpanjang karena ia ukuran keabadian; dan yg terpendek karena tiada seorang pun yg mempunyai waktu yg cukup untuk menyelesaikan tugas kehidupannya; bagi mereka yg gembira, waktu berlalu terlalu cepat, tp bagi mereka yg menderita waktu seakan berlalu begitu lambat. Tidak ada yg dapat dilakukan tanpanya, karena waktu adalah satu-satunya pentas kehidupan kita. Waktu adalah unsur dasar bagi pembentukan kehidupan. Ia menelan semua yg tidak berfaedah dan mengekalkan semua yg agung dan berguna bagi umat manusia..

Desember 24, 2011

Letter to Him

Diposting oleh Sabita Normaliya di 00.18 0 komentar
Surat-Surat Di Masa Lalu
Hmmm, menulis surat? Kenapa tidak. Kawan, adakah kalian tahu sesuatu? Ok jika kalian belum tahu, maka aku akan memberitahukan hal itu pada kalian. Sedari aku duduk di bangku SMP aku mulai suka menulis surat untuk teman-temanku. Memang sih aku tidak mengirimkannya secara resmi melalui kantor pos, tapi aku sering melakukanya untuk sekedar curhat ataupun untuk menegur atas kesalahan satu sama lain. Mungkin ceritaku ini terdengar cukup aneh, akupun juga menyadarinya, tapi dibalik keanehan yang aku lakukan itu, ternyata aku mulai menyukai dengan keadaan itu. Aku pun mulai terbiasa menyampaikan apa yang tidak mampu aku ucapkan dalam bentuk tulisan. Sampai pada akhirnya sebuah surat ucapan maaf aku tulis untuk pertama kalinya semasa aku duduk di bangku SMP. Surat itu kutulis sebagaimana perasaan yang aku rasakan jika tahun terakhirku di SMP belum bisa membuahkan prestasi yang terbaik. Aku gagal. Tapi betapa hatiku merasakan kekuatan yang luar biasa ketika aku mendapatkan surat balasan dari pelatih paskibraku itu. Beliau mengembalikan semangatku untuk tidak lantas terpuruk dengan kegagalan dan merasa terus bersalah dengan masa lalu.
 

Kembang Gula Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea