Februari 05, 2013

lebih lama

Diposting oleh Sabita Normaliya di 17.17 0 komentar
Aku butuh waktu lebih lama untuk menunggu senin berlalu dan menjadikannya sabtu
Aku butuh waktu lebih lama untuk menahan rindu dari hanya sekedar bertemu
Aku butuh waktu lebih lama untuk menunggu
Namun, selama apapun itu, tidak ada alasanku untuk berhenti.
Karena kamulah alasan mengapa aku bertahan hingga saat ini.

Februari 04, 2013

semalam

Diposting oleh Sabita Normaliya di 11.29 0 komentar
Semalam, terasa begitu lama.
Semalam, terasa begitu nyata.
Kau hadir lagi dalam mimpiku.
Kau hadir untuk menjawab rasa rindu itu.
Kamu datang untuk menemuiku,
Kamu datang untuk menjemputku

Masih tetap sama seperti yang aku kenal,
Masih sama seperti yang aku tahu.
Baju itu, bajumu.
Aku masih sangat menghafalnya.

Semalam, kau terlihat nyata
Semalam, kau terlihat seperti apa yang  selama ini aku pikirkan
Semalam yang hanya singkat, tapi berlangsung cukup lama
Namun sayang, itu hanya mimpi
Kau berlalu setelah perlahan aku membuka mata.

Rasa khawatir ini  muncul lagi,
Aku takut, aku juga cemas,
dan aku tak tahu harus berbuat apa selain berdoa.
Berdoa pada Sang Pemilik Takdir,
untuk selalu melindungimu,
untuk mengembangkan parasut itu sempurna seperti apa yang kamu mau

Februari 03, 2013

antara sabtu-minggu

Diposting oleh Sabita Normaliya di 19.28 0 komentar
Sudah terhitung satu bulan. Satu bulan dari awal yang tak pernah aku sangka sebelumnya, yang jelas aku tidak akan pernah bisa lupa. Bahkan kini aku mulai terbiasa dengan dua hari dalam satu minggu itu. Hari sabtu dan minggu masih tetap saja sama, m a h a l !! Dua hari yang hampir bisa aku pastikan saat termahal untuk kami bisa berkomunikasi. 


Jika dulu sabtu-mingguku abu-abu, mungkin satu bulan ini aku memiliki sabtu-minggu yang jauh lebih berwarna. Aku menunggunya. Menunggunya ditempat yang sama, menunggunya di jam yang sama, dan menunggunya di hari yang sama. Antara Sabtu-Minggu yang penuh dengan cerita. Ceritamu, ceritaku, cerita kami.

Februari 02, 2013

french fries goes to Eco Green Park Batu

Diposting oleh Sabita Normaliya di 13.14 1 komentar


Happy Weekend guys :) Rasanya kalau dapat weekend gini aku seneng minta ampun. Bahkan aku selalu ga punya kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa senangnya aku. Ok aku mau cerita nih. Sedikit cerita tentang liburan yang super seru dan luar biasa bersama dengan dua orang teman baikku. "french fries" yup kentang goreng itu kami. Jangan kamu bertanya mengapa aku menyebutnya demikian karena pasti penjelasanku akan sangat panjang dan tak menemukan ujung.

Trip kali ini selain makan dan belajar, kami juga suka mengisi dengan jalan-jalan, pesiar, atau refreshing. Kami memutuskan untuk jalan ke Batu. Kali ini tujuan kami sudah jelas, Eco Green Park. Ya, ya, ya meskipun sebetulnya seminggu yang lalu saya sudah ke tempat itu dengan teman-teman SMA.


Januari 29, 2013

Diposting oleh Sabita Normaliya di 06.43 0 komentar

cheerfull

Januari 28, 2013

Cinta Sederhana

Diposting oleh Sabita Normaliya di 10.58 0 komentar
 Cintaku ini sederhana,
sesederhana embun yang tak berwarna, 
namun menjadikan daun-daun jatuh cinta.
Cintaku ini sederhana,
sesederhana kapas putih yang membalut perihnya luka.
Cintaku ini sederhana,
sesederhana kehadiranmu waktu itu, 
mengajakku bicara, dan membangun manisnya kata,
c i n t a

Januari 23, 2013

cinta itu soal rasa

Diposting oleh Sabita Normaliya di 15.17 1 komentar
Semua ini terjadi begitu saja. Terjadi secara sederhana seperti sungai yang mengalirkan air dari hulu ke hilir dan menjadikannya satu di hamparan samudra yang tak bertepi. Samudra yang nampak indah, dengan ombak yang tenang namun terkadang juga bisa menghanyutkan. Begitulah semua cerita yang terjadi padaku. Cerita sederhana yang tak jarang melumpuhkan logikaku. Tentang sebuah kata, "Cinta".


Januari 19, 2013

teman masa lalu

Diposting oleh Sabita Normaliya di 21.07 3 komentar
Sore itu, tiba-tiba ayah dan ibu membangkitkan memori masa kecilku. Sebuah kisah dimasa aku masih tinggal di asrama. Anak kolong. Iya, aku adalah anak kolong. Anak seorang tentara yang hidup dalam kesederhanaan. Salah! Lebih tepatnya hidup dalam kekurangan. Dan ketika ibu mengingatkanku tentang masa itu, mengingatkan tentang masa sulit yang kami lewati bertiga, akupun mulai tak kuasa membendung air mata. Tapi bukan itu ceritaku sebenarnya karena aku tidak ingin menghiasi tulisan ini dengan air mata.
Dulu ketika aku masih tinggal di asrama, mungkin jika aku tidak salah, usiaku masih 6 tahun. Aku cukup baik mengingat semua cerita itu. Bahkan ketika kini aku menuliskannya, masih terlintas teramat jelas dalam benak ini betapa indahnya waktu itu. Semuanya. Aku masih ingat tugu garuda tempat aku perosotan, melihat terjun payung di lapangan, menembak burung di hutan bersama dengan ayah, garasi mobil bekas yang katanya berhantu, dan teman-teman mainku. Iya... ngomong-ngomong, apa kabarnya mereka? Sudah hampir 14 tahun aku tidak lagi bertemu dengan mereka semenjak aku dan keluargaku tinggal di rumah pribadi.

Januari 02, 2013

diam...

Diposting oleh Sabita Normaliya di 08.35 0 komentar
Ketika warna tak lagi menggoda, saat itu aku mulai diam.
Ketika cahaya mulai meredup, saat itu aku mulai diam.
Ketika suara mulai menghilang, saat itu aku mulai diam.

Ketika aku benar-benar diam, saat itulah aku sadar.
Betapa kini aku sama sekali tidak pernah sedikit saja untuk melihat,
sedikit saja merasakan,
sedikit saja memahami apa yang tak pernah aku mengerti.
Tentang hidup yang seperti ini,
tentang aku yang semakin jauh meninggalkan jalan itu.
Aku hanya diam,
aku masih diam.

 

Kembang Gula Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea